News

BPS: Lebih dari 1 Juta Sarjana di Indonesia Menganggur, Tantangan Besar Pasar Kerja

×

BPS: Lebih dari 1 Juta Sarjana di Indonesia Menganggur, Tantangan Besar Pasar Kerja

Sebarkan artikel ini
FotoJet 19 2
Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan. -Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan paparan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam penyerapan tenaga kerja terdidik. Per Februari 2025, angka pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang, dengan sekitar 1,01 juta di antaranya merupakan lulusan sarjana. Angka ini menyoroti kesenjangan yang signifikan antara ketersediaan tenaga kerja berpendidikan tinggi dan lapangan kerja yang sesuai.

Meskipun tingkat pengangguran terbuka (TPT) secara nasional menunjukkan penurunan tipis menjadi 4,76%, permasalahan pengangguran di kalangan sarjana tetap menjadi sorotan utama. Data tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Rabu 2 Juli 2025 di Jakarta.

Salah satu penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Banyak sarjana dianggap kurang memiliki keterampilan praktis atau “soft skills” yang relevan dengan tuntutan pasar kerja saat ini.

Selain itu, terbatasnya lapangan pekerjaan yang sejalan dengan kualifikasi pendidikan tinggi, serta kecenderungan lulusan untuk “memilih-milih” pekerjaan, juga berkontribusi pada tingginya angka ini. Pemerintah melalui Kemenaker menyatakan terus berupaya mengatasi persoalan ini dengan berbagai program, termasuk pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan daya saing lulusan.

Sedang yang berpendidikan SMA dan SMK mencapai 3,64 juta orang dan lulusan SD/SMP 2,42 juta orang. Mereka merupakan tenaga kerja produktif yang belum mendapat kesempatan untuk bekerja.

Baca Juga  IPM Indonesia Tahun 2024 Naik Menjadi 75,02, BPS Nilai Dalam Kategori Tinggi

Yassierli mengungkapkan saat ini sudah terbentuk sebanyak 80.000 Koperasi Merah Putih. Jika satu koperasi membutuhkan 25 pekerja ini menjadi motor penggerak ekonomi dengan potensi menyerap hingga 2,5 juta tenaga kerja.

Ini merupakan langkah strategis dalam mengatasi angka pengangguran di Indonesia, sekaligus memperkuat peran koperasi dalam pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *