KITAINDONESIASATU.COM – Bencana longsor yang melanda lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus menunjukkan dampak serius. Sebanyak 400 warga terpaksa dievakuasi oleh tim gabungan menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (24/1) dini hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, mengatakan berbagai pos penanganan darurat telah disiagakan, mulai dari pos utama hingga pos lapangan yang tersebar di sejumlah titik strategis, termasuk posko Basarnas di area bawah lokasi bencana.
“Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos, baik pos utama maupun pos lapangan di beberapa titik,” ujar Bambang di Bandung, Sabtu.
Dikatakan Bambang, para pengungsi saat ini masih berada di penampungan sementara dan membutuhkan bantuan mendesak berupa matras, selimut, serta bahan kebutuhan pokok. BPBD memastikan pasokan logistik terus diupayakan agar mencukupi, termasuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mulai disalurkan ke wilayah terdampak.
“Untuk logistik, kami berharap semuanya tercukupi. Bantuan dari pemerintah provinsi juga sudah mulai masuk,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyebutkan tim SAR gabungan masih berjibaku mencari 82 warga yang diduga tertimbun material longsor. Proses pencarian dilakukan secara manual dengan melibatkan personel gabungan serta anjing pelacak K9.
“Dari total 113 warga yang terdampak longsor, 23 orang berhasil selamat dan telah diamankan. Delapan orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 82 lainnya masih dalam proses pencarian,” ungkap Herman.
Ia menegaskan, operasi pencarian dan evakuasi korban dikoordinasikan langsung oleh Bupati Bandung Barat dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas, demi mempercepat penanganan bencana di tengah kondisi medan yang masih berisiko. (*)
