KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengkritik keras media di Amerika dan Eropa karena diam terhadap kekerasan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, Palestina.
Petro menyatakan bahwa genosida yang dilakukan militer Israel terhadap rakyat Gaza merupakan kejahatan yang tak dapat dibenarkan.
“Siapa pun yang membela atau diam terhadap genosida ini telah kehilangan kemanusiaannya,” tulis Petro di akun X miliknya pada Minggu, 22 September 2024.
Ia juga menyindir bahwa komunikasi global tampaknya dipengaruhi oleh propaganda ala Nazi, sehingga banyak jurnalis diam menghadapi kekerasan yang menewaskan banyak orang, termasuk ribuan bayi yang terbunuh akibat bom Israel.
Petro turut mengutuk serangan militer Israel terhadap kantor berita Al Jazeera di Ramallah, Tepi Barat, yang diperintahkan ditutup selama 45 hari oleh tentara Israel.
Komentar Petro ini muncul setelah Deborah Lipstadt, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Memantau dan Memerangi Anti-Semitisme, mengkritik sikap Petro terkait serangan Israel di Gaza. Lipstadt menuding retorika Petro mempromosikan anti-semitisme.
Petro menanggapi tuduhan Lipstadt dengan mengatakan bahwa orang Palestina juga merupakan orang Semit, dan membunuh anak-anak Palestina dengan bom adalah tindakan anti-Semit.
Ia menegaskan bahwa sikap yang paling anti-Semit saat ini adalah mengulangi kekejaman seperti holokaus terhadap rakyat Palestina.
Petro menegaskan bahwa dirinya bukan anti-Yahudi dan mendukung kebebasan beragama. Jika ia hidup di era Nazi Jerman, ia menyatakan siap melawan Nazi demi kemanusiaan. Namun, ia juga percaya pada kebebasan yang dilindungi oleh hukum internasional, yang muncul setelah kekalahan Hitler.- ***


