KITAINDONESIASATU.COM– Hujan deras yang melanda Kota Bogor dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan 25 kejadian bencana, termasuk tanah longsor dan banjir, satu di antaranya merenggut nyawa seorang bayi berusia 11 bulan.
“Total kejadian ada 25 dalam tiga hari terakhir akibat hujan deras. Kami sangat prihatin dan berduka cita atas korban jiwa yang baru saja terjadi tadi malam,” ungkap Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Rabu 5 Maret 2025.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, mitigasi bencana saat ini difokuskan pada himbauan masyarakat melalui Ketua RT, RW, Camat, dan Lurah. Mereka diimbau untuk tetap siaga terhadap potensi bencana susulan.
Pemkot Bogor, lanjut Jenal, akan segera menggelar rapat siaga bencana untuk memastikan penanganan situasi darurat berjalan efektif. Terkait status tanggap darurat yang diterapkan, ia jelas dan tegas, “Status tanggap darurat itu situasional. Yang lebih penting adalah bagaimana langkah kita di lapangan dapat berjalan cepat, tepat sasaran, serta dikoordinasikan dengan baik dan efisien.”
Lebih lanjut, pihaknya berkomitmen untuk mengoptimalkan upaya mitigasi bencana. “Pemkot Bogor bersama Forkopimda siap siaga dalam menghadapi situasi ini,” tambahnya.
Di tengah situasi berisiko ini, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
“Kami meminta seluruh masyarakat agar tetap siaga dan waspada terhadap bencana alam,” pesan Jenal. (Nicko/Yo)



