Dedie menambahkan, wilayah Bogor memiliki potensi besar dalam mendukung pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi. Selain volume sampah yang mencukupi, kerja sama antardaerah di kawasan Bogor Raya dinilai akan memperkuat efektivitas operasional PSEL nantinya.
“Kami juga telah menyiapkan kajian teknis dan meninjau beberapa lokasi potensial yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat,” ungkapnya.
Dedie berharap, dengan adanya proyek PSEL, pengelolaan sampah di Bogor dan sekitarnya dapat lebih modern, efisien, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Selain mengurangi beban TPA, PSEL juga akan membuka peluang kerja baru dan menciptakan sumber energi bersih yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bogor pun terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi guna memastikan kesiapan infrastruktur serta sinkronisasi kebijakan di lapangan.
“Langkah ini sejalan dengan visi kami menjadikan Bogor sebagai kota hijau dan berkelanjutan,” pungkas Dedie.
Dengan penetapan ini, Bogor bersama sembilan wilayah lain kini berada di garda depan gerakan nasional pengelolaan sampah berbasis energi. Bila proyek ini berjalan sesuai rencana, Indonesia bukan hanya selangkah lebih dekat menuju kota bebas sampah, tetapi juga menuju masa depan energi bersih yang berkelanjutan. (Nicko)



