KITAINDONESIASATU.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau prakiraan cuaca sebelum bepergian, terutama di masa peralihan musim yang saat ini disertai peningkatan hujan deras dan angin kencang.
Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, setelah terdeteksi adanya anomali cuaca di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Ia menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap kondisi cuaca seharusnya menjadi kebiasaan baru, terutama bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan jauh.
Menurut pantauan BNPB, intensitas hujan meningkat tajam di wilayah barat dan tengah Indonesia, menandakan peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Hal ini juga dibagikan melalui unggahan akun Instagram @infobekasi pada 20 Oktober 2025.
“Badan Nasional penanggulangan bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk memantau prakiraan cuaca sebelum bepergian,” tulisnya.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa hujan lebat dan angin kencang kini bisa muncul secara tiba-tiba, sehingga masyarakat disarankan untuk selalu memperbarui informasi dari BMKG sebelum beraktivitas di luar rumah. Pola curah hujan saat ini dinilai tidak menentu — dalam satu hari cuaca dapat berubah drastis dari cerah menjadi mendung disertai hujan deras.
BNPB mengingatkan bahwa perubahan cuaca mendadak berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, dan pohon tumbang. Sepanjang Oktober hingga awal November 2025, hujan lebat diprediksi bersifat lokal dan berdurasi pendek, namun cukup untuk menyebabkan banjir kilat di daerah rendah.
Memasuki Desember 2025 hingga Februari 2026, durasi dan intensitas hujan diperkirakan meningkat, sehingga potensi banjir besar di berbagai daerah semakin tinggi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan jika prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan deras atau angin kencang. Pengemudi pun diminta waspada terhadap genangan air dan jarak pandang rendah di jalan.
Bagi warga di kawasan rawan longsor, BNPB menyarankan untuk segera mengungsi ke tempat aman apabila hujan dengan intensitas tinggi berlangsung lebih dari dua jam. Abdul Muhari juga menekankan pentingnya peran media dan informasi publik dalam menyebarkan edukasi mitigasi bencana agar masyarakat tetap tenang namun siaga.
BNPB berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan lembaga terkait guna memastikan sistem peringatan dini (early warning system) berfungsi optimal selama puncak musim hujan. Masyarakat juga diimbau aktif melaporkan potensi bencana melalui kanal resmi pemerintah agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan bersama, BNPB berharap masyarakat mampu meminimalkan risiko korban dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi di masa mendatang. (*)

