Pengawasan ketat di lingkungan Lapas juga dinilai krusial dalam mendukung strategi pemberantasan narkotika di lapas Indonesia, mengingat potensi peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan masih menjadi perhatian serius.
Di sisi lain, Kepala BNN menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat sinergi P4GN.
Ia menyebut, pendekatan rehabilitasi perlu dioptimalkan, terutama bagi penyalahguna narkotika yang masih banyak berakhir di Lapas.
Menurut Suyudi, dalam konteks BNN dan Imipas, penanganan penyalahguna tidak hanya berfokus pada pemidanaan, tetapi juga pemulihan melalui rehabilitasi agar dapat menekan angka residivisme.
Selain itu, penguatan sistem intelijen dan pemberantasan jaringan peredaran gelap juga menjadi bagian penting dari strategi pemberantasan narkotika di lapas Indonesia.
Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengungkapan kasus narkotika.
Tak kalah penting, pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) juga menjadi perhatian dalam kolaborasi sinergi P4GN.
Hal ini sejalan dengan upaya mencegah masuknya jaringan internasional dalam peredaran gelap narkotika di Indonesia.

