News

BMKG Umumkan Status Waspada, Badai Fina Picu Cuaca Ekstrem dari Sumatera hingga Papua

×

BMKG Umumkan Status Waspada, Badai Fina Picu Cuaca Ekstrem dari Sumatera hingga Papua

Sebarkan artikel ini
lightning 4013537 1280
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM –  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikasa (BMKG) mengumumkan prakiraan cuaca hari Kamis (20/11/2025) dengan peringatan super serius bahwa sebagian besar wilayah Indonesia bakal diselimuti awan tebal, hujan ringan, hingga badai petir, terutama di kawasan Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara, akibat dampak langsung dari Siklon Tropis Fina—fenomena ganas yang terbentuk sejak 19 November dari bibit siklon 97S, lalu bergerak liar di sekitar Laut Arafuru Selatan, Laut Timor, hingga Pulau Tanimbar, menciptakan instabilitas atmosfer yang memicu potensi cuaca ekstrem dari pagi hingga malam hari.

BMKG menyebut, beragam kota besar di Indonesia pun dipastikan terdampak, mulai dari Pangkal Pinang, Pekanbaru, Banda Aceh, Bengkulu, Jambi, Lampung, Medan, Palembang, Padang, dan Tanjung Pinang di wilayah Sumatra, yang akan diguyur mulai dari hujan ringan sampai hujan petir; hingga wilayah Jakarta, Bandung, Serang, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta di Pulau Jawa yang juga mengalami dominasi awan gelap dan potensi sambaran petir.

Tak berhenti di situ, wilayah Bali dan Nusa Tenggara seperti Denpasar, Mataram, dan Kupang turut masuk zona siaga hujan intensitas ringan hingga petir, sementara kota-kota besar di Kalimantan—Pontianak, Samarinda, Banjarbaru, Palangkaraya, hingga Tanjung Selor—dijadwalkan terkena hujan ringan yang bisa berkembang menjadi hujan lebih lebat.

Adapun wilayah Sulawesi seperti Mamuju, Gorontalo, Makassar, Palu, Kendari, dan Manado, serta daerah Maluku dan Papua seperti Sorong, Ambon, Jayapura, Merauke, Manokwari, Nabire, Sofifi, hingga Jayawijaya, juga diprediksi mengalami cuaca bervariasi mulai cerah berawan hingga hujan ringan, dengan sejumlah titik tetap berpotensi terkena efek lanjutan dari sistem siklon yang berputar di selatan Indonesia.

Tak kalah mengkhawatirkan, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan vital, termasuk Selat Malaka, Selat Karimata, Selat Makassar bagian tengah–selatan, Laut Banda, Laut Arafuru bagian utara, hingga Samudra Hindia dan Samudra Pasifik yang mengapit banyak pulau di Indonesia; sementara gelombang sangat tinggi 2,5–4 meter diperkirakan menghantam Laut Natuna Utara dan Laut Arafuru bagian barat, membuat aktivitas pelayaran dan kapal nelayan harus ekstra waspada demi keselamatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *