BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi di perairan Sulawesi Selatan, dimana gelombang dengan tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter, diperkirakan terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Sabalana, Perairan barat Kepulauan Selayar, Laut Flores bagian barat, Teluk Bone bagian selatan, Perairan timur Kepulauan Selayar, Perairan Pulau Bonerate-Kalaotoa bagian utara dan selatan, serta Laut Flores bagian utara dan timur.
Sementara itu, Plt Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyebut jika modifikasi cuaca akan dilakukan di beberapa titik.
“Bersama dengan BNPB, TNI, dan POLRI, kami akan melakukan modifikasi cuaca di beberapa titik yang dikhawatirkan dapat berdampak pada potensi bencana, seperti banjir dan longsor. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat selama periode liburan,” sebut Dwikorita dalam situs resmi BMKG, Senin (16/12/2024).
Dwikorita menegaskan jika pihaknya akan terus memantau fenomena cuaca selama Nataru.
“Madden-Julian Oscillation dan potensi cold surge diperkirakan akan mempengaruhi cuaca di Indonesia selama Nataru. Kedua fenomena ini dapat meningkatkan curah hujan, meskipun dampaknya masih perlu terus dipantau,” tutupnya. (fit/aps)



