Di sisi lain, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan bahwa kelembapan udara di sejumlah lapisan atmosfer berada pada level sangat tinggi. Kondisi tersebut memperbesar peluang tumbuhnya awan hujan berskala luas.
Andri juga mengingatkan bahwa Cilacap sudah masuk dalam periode peringatan dini cuaca ekstrem hingga 20 November. “Hujan lebat berpotensi kembali turun pada 19–22 November 2025,” katanya.
BMKG pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor. Mitigasi diminta diperkuat guna mengurangi risiko longsor susulan selama kondisi cuaca masih labil.***

