Dr. Lobna al-Azaiza, seorang dokter anak di Jalur Gaza, menyarankan para gadis yang tidak memiliki sisir untuk memotong rambut akibat kelangkaan parah yang disebabkan oleh blokade Israel.
Konflik berkepanjangan dan blokade tersebut telah menyebabkan kekurangan kebutuhan pokok seperti sampo, sabun, produk menstruasi, dan bahan pembersih.
“Harga obat-obatan dasar juga melonjak drastis, dengan satu botol salep luka bakar kini mencapai 200 shekel ($53)” kata sang dokter Rabu, 14 Agustus 2024.
Masalah ini diperburuk oleh runtuhnya sistem pengelolaan sampah dan limbah, yang memicu peningkatan penyakit menular seperti kudis dan infeksi jamur.
Dr. Azaiza, yang sebelumnya bekerja di Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahia, kini menjalankan klinik darurat di sebuah tenda setelah rumahnya hancur akibat serangan udara Israel.
Meskipun awalnya klinik ini hanya menangani anak-anak, sekarang ia juga merawat seluruh keluarga yang mengungsi karena kekerasan yang terus berlangsung.
Mayoritas dari 2,3 juta penduduk Gaza mengalami situasi pengungsian yang serupa.
Krisis kemanusiaan ini semakin memburuk akibat berkurangnya bantuan internasional karena kontrol Israel atas perbatasan Rafah.- ***
Sumber: Timesnow


