News

Berupaya Selamatkan Istri yang Terjebak, Pasutri Lansia Tewas Dalam Kebakaran di Senen

×

Berupaya Selamatkan Istri yang Terjebak, Pasutri Lansia Tewas Dalam Kebakaran di Senen

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 8
Ilustrasi kebakaran

KITAINDONESIASATU.COM – Pasangan suami istri (pasutri) tewas dalam kebakaran yang terjadi di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Bungur, Senen, Jakarta Pusat, Senin (30/12). Keduanya tewas terpanggang saat sang suami mencoba menyelamatkan istrinya yang terjebak didalam warung bakmi.

Tjhin Bie Tjhan, 70, dan Tjong Lili, 68, pasangan lansia yang tewas dalam kebakaran di Jalan Letjen Suprapto. Seperti kata pepatah keduanya “sehidup semati” dan terjebak saat apienyala hebat.

Ketua RT 01/09 Bungur, Satiri mengatakan, pasutri yang menjadi korban kebakaean itu hanya tinggal bersama satu asisten rumah tangga (ART) di rumah yang sekaligus merupakan warung bakmie milik mereka. “Mereka memang sehari-hari ya tinggalnya ditemani sama ART,” katanya, Senin (30/12).

Dikatakan Satiri, peristiwa kebakaran itu terjadi pada Senin (30/12) subuh yang diduga berasal dari korsleting listrik. Namun saat api baru menyala, korban Tjhin Bie Tjhan bersama ART sudah berhasil keluar dari ruko tersebut. “Tapi si engkohnya terus masuk lagi ke rumahnya dan api langsung membesar jadinya dia kejebak disana,” ujarnya.

Satiri mengatakan, berdasarkan penuturan ART korban, lansia itu masuk lagi ke dalam rumah untuk menyelamatkan istri dan juga mengamankan surat-surat berharga. “Karena memang istrinya itu jalannya susah karena memang sudah lansia, tapi pas dia masuk ke dalam api tahu-tahu membesar,” imbuhnya.

Satiri menambahkan, berdasarkan penuturan pekerja warteg yang berada di sebelah ruko milik korban tewas, api pertama kali muncul dari tempat mereka bekerja. “Api awalnya dari korsleting listrik di warteg, terus merembet ke warung bakmie korban sama ke toko terpal dan sablon. Jadi total ada empat toko yang kebakar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasudin Damkar Jakarta Pusat, Asril Rizal mengatakan, pihaknya mendapat informasi terjadi kebakaran di wilayah itu pada pukul 04.23 WIB. Pihaknya kemudian mengerahkan sebanyak 20 unit armada dengan melibatkan 100 personel Damkar.

“Api bisa dipadamkan satu jam kemudian dan dugaan sementara, kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Namun, terkait penyebab pastinya harus menunggu hasul identifikasi pihak kepolisian,” ujar Kasudin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *