KITAINDONESIASATU.COM – Kasus meninggalnya seorang guru SMPN 1 Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Wiwik Indriyaningsih (41) harus menjadi perhatian kita semua Rabu, 27 Agustus 2025 meninggal secara mendadak saat hendak mengikuti gerak jalan di Desa Bakung, Kanor.
Saat itu korban hendak mengikuti gerak jalan Kemerdekaan RI ke-80 sebelum dimulai tiba-tiba korban jatuh lemas dan pingsan, kemudian dievakuasi ke rumah sakit.
Dari hasi pemeriksaan medis korban memiliki riwayat hipertensi, gangguan lambung, hingga sering mengeluh jantung berdebar-debar serta kondisi badan lemas.
Jika Anda memang memiliki riwayat hipertensi yang mengkhawatirkan diharapkan melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter spesialis Jantung, untuk mengantisipasi adanya serangan jatung yang terjadi.
Seperti kita ketahui hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit serius, terutama stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal.
Jika seseorang dengan hipertensi tidak terkontrol tetap melakukan aktivitas fisik berat seperti gerak jalan massal, risiko komplikasi bisa saja meningkat.
Tekanan darah tinggi dapat memicu pecah pembuluh darah otak atau henti jantung mendadak saat tubuh dipaksa bekerja lebih keras.
Kegiatan gerak jalan biasanya berlangsung cukup lama bisa 30 hingga 2 jam, yang diikuti cuaca panas dan kondisi kerumunan.
Pada penderita hipertensi, dehidrasi, kelelahan dan stres fisik bisa menjadi pemicu kris hipertensi atau tekanan darah melonjak drastis.
Jika tidak ada pemeriksaan kesehatan awalm peserta dengan risiko tinggi seperti hipertensi, diabetes bagi usia lanjut sangat rentan mengalami kondisi fatal.
Bagagi penyelenggara sebuah acara yang melibatkan orang lanjut usia semacam gerak jalan atau sejenisnya perlu ada tidakan darurat preventif, untuk itu pentingnya screening kesehatan bagi para peserta sebelum acara massal semacam itu digelar.
Faktor penyebab utama adanya peristiwa di atas disebabkan hipertensi tidak terkontrol, aktivitas fisik berlebihan dibanding kapasitas tubuh, kurangnya pemeriksaan kesehatan awal hingga kondisi lingkungan panas, lama berjalan hingga adanya kerumunan massa.
Screening kesehatan wajib sebelum acara fisik massal, minimal cek tensi dan riwayat penyakit.
Peserta dengan hipertensi, jantung, atau usia lanjut sebaiknya mengikuti kategori khusus (jarak lebih pendek) atau tidak ikut sama sekali.
Panitia perlu menyiapkan tim medis dan jalur evakuasi cepat untuk berjaga jika ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan yang terjadi tak terduga.
Edukasi kepada masyarakat bahwa hipertensi adalah silent killer – sering tanpa gejala, tapi sangat berbahaya. **


