Menurutnya, kegiatan ini melambangkan semangat kebersamaan dalam pembangunan Jakarta di setiap periode kepemimpinan.
Yayat menekankan bahwa Jakarta bukanlah kota baru yang dibangun dari perencanaan semata, melainkan sebuah warisan yang terus berkembang.
Sejarah kota Jakarta menjadi cermin dari perubahan dan pertumbuhannya, yang tidak dimulai dari nol seperti Ibu Kota Nusantara (IKN).
Senada dengan Yayat, Menteri Agama RI, Nasarudin Umar, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan kekagumannya terhadap pertemuan para mantan gubernur ini.
Ia mengapresiasi langkah Pj Gubernur yang menjadikan Jakarta sebagai miniatur Indonesia, mengumpulkan perbedaan dan menyatukan keberagaman.
Nasarudin berharap Jakarta dapat menjadi contoh peradaban dunia Islam modern, dengan mengedepankan toleransi antarumat beragama serta kesetaraan gender. (ald/aps)

