KITAINDONESIASATU.COM – Tingginya curah hujan yang terjadi di hulu, menyebabkan permukaan air Sungai Bengawan Solo meningkat tajam, Rabu (22/1/2025).
Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menetapkan status sungai terpanjang di Pulau Jawa ini berada di level Siaga 1 atau siaga hijau bencana banjir.
Permukaan air Bengansolo di papan duga Taman Bengawan Solo pada Selasa (21/1/2025) pukul 20:00 WIB menunjukkan 13.55 Mdpl dengan tren naik.
Di sisi lain terkait dengan kenaikan air Benganwan Solo juga dilaporkan adanya seorang warga yang hilang terseret arus banjir Bengawan Solo, Selasa (21/1/2025) pukul 15:00 WIB.
Diketahui korban yang terbawa arus sungai Bengawan Solo bernama Taslam (60) warga RT 01, RW 04 Desa Kanor, Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD, Laela Noer Aeny mengungkapkan korban tenggelam di sungai Bengawan Solo saat mencari kayu di pinggir sungai.
Kecelakaan Karambol Bojonegoro Berujung Hilangnya Nyawa Pemuda asal Tuban
Gagal Nyalip Towing dari Kiri, Pekerja Bojonegoro, Jadi Korban di Jalan Raya Duduksampeyan
Dikatakan sebelum tenggelam korban mencari kayu dengan cara menggantoli dengan menggunakan batang bambu.
Saat itu korban berhasil mengait sebuah kayu yang besar, namun korban tak mampu menahan dan menarik ke pinggir sungai hingga korban terseret arus dan tenggelam, hingga kini belum ditemukan.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan dari BPBD Kabupaten Bojonegoro dan warga sedang melakukan pencarian, namun berhasil menemukan.
Dalam pencarian, Selasa (21/1/2025) pencarian dihentikan pada pukul 18.00 WIB korban belum berhasil ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan, Selasa (22/1/2025). **

