NewsBerita Utama

Bencana Mengintai Jawa Barat, Dedi Mulyadi Ungkap Tata Ruang Kacau Balau

×

Bencana Mengintai Jawa Barat, Dedi Mulyadi Ungkap Tata Ruang Kacau Balau

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi cerita pengalaman pribadi soal kehilangan istri. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan kondisi tata ruang di Jabar saat ini berada di titik kritis. Menurutnya, pendekatan politik lebih mendominasi ketimbang konservasi alam.

“Perkebunan beralih jadi tambang dan kawasan industri. Gunung kehilangan hutan, laut kehilangan pantai, semua karena tata ruang yang kacau,” ujar Dedi, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Ia menambahkan, banyak wilayah di Jabar yang tumpang tindih fungsinya. Misalnya, destinasi wisata yang juga jadi lokasi pertambangan. Kondisi ini membuat evaluasi tata ruang menjadi sangat mendesak.

Pemprov Jabar bertekad menata ruang yang selaras dengan alam, demi mencegah bencana alam. Dedi memberi pesan keras bagi para pejabat dan kepala desa. “Buatlah tata ruang yang menjauhkan dari musibah. Jika mengeruk alam sesuka hati, musibah pasti datang,’’ katanya.

Namun, menekankan bahwa tata ruang selaras alam tidak berarti menghapus industri, permukiman, atau pembangunan lain. Kelestarian alam seperti hutan, mata air, sungai, gunung, dan pantai tetap harus dijaga.

Dedi mengungkapkan kekhawatirannya di hadapan DPRD Jabar. Kesalahan menata ruang telah menghilangkan 1,2 juta hektare kawasan hijau, terutama di Bekasi dan Bogor, yang berubah menjadi pariwisata, permukiman, dan perhotelan.

Untuk itu, ia berencana mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah Jabar tahun ini. Dedi juga meminta OPD terkait untuk menelusuri detail tata ruang Jabar yang dibuat oleh Pemerintah Hindia Belanda, yang dinilainya selaras dengan alam.  (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *