KITAINDONESIASATU.COM – Proyek pembangunan Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara masih menyisakan persoalan pada masyarakat sekitar. Pasalnya, belum semua tanah warga mendapat ganti rugi dari pemerintah.
Merasa belum mendapat hak-hak sepenuhnya, sekitar seratusan orang yang tanahnya terkena dampak pembangunan Bendungan Lau Simeme berangkat ke Jakarta naik bus untuk mencari keadilan.
Mereka ingin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan menyampaikan tuntutan agar tanahnya bisa diganti rugi secepatnya. Setelah tiba mereka pun melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Istana Presiden, Selasa (10/12/2024).
Safaruddin Tarigan, warga, mengungkapkan mereka berangkat dari kampung halaman sejak, Jumat (6/12/2024) naik bus dan tiba di Jakarta pada Minggu (8/12/2024) malam. Setibanya di depan Istana Negara, warga langsung berunjuk rasa dan membentangkan bermacam spanduku ukuran besar. Warga baru akan pulang jika sudah bertemu dengan Presiden Prabowo.
Saat berunjuk rasa di depan Istana Negara, warga membentangkan spanduk putih dengan berbagai tulisan. Salah satu spanduk yang dibentangkan lebar-lebar bertuliskan “BWS Wilayah Sumut harus mempertanggungjawabkan tentang nilai KJPP.
Kami menuntut pertanggunghawabam BPN sebagai panitia pengadaan tanah (P2T) dimana tanah kami dinilai tidak berkeadilan oleh KJPP”.
Selain itu juga ada spanduk yang bertuliskan “Korban mafia tanah Bendungan Lau Simeme Biru Biru menolak harga 15 ribu dibuat permeter. Warga minta agar Presiden Prabowo melindungi mereka sebagai rakyat dan bisa diberikan keadilan.
Untuk keperluan transport, makan dan lainnya selama di Jakarta mereka mengumpulkan uang secara urunan. “Yang penting kami bisa makan dan bertemu Presiden Prabowo,” kata Safarudin Tarigan.

