KITAINDONESIASATU.COM -Sebanyak 13 kepala desa dari berbagai wilayah di Indonesia kembali berangkat ke China dalam rangka program Benchmarking Study yang berlangsung dari 18 hingga 28 September 2024. Kunjungan ini dilakukan di dua kota, Beijing dan Chengdu.
Program ini difasilitasi oleh Kedutaan Besar China di Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Para Kades serta tim dari Kemendes PDTT, yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) Danton Ginting Munthe, diterima oleh Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Parulian George Andreas Silalahi, dikutip Sabtu 21 September 2024.
Parulian menyebutkan bahwa China dapat menjadi contoh dalam pembangunan desa karena telah berhasil menanggulangi kemiskinan absolut di pedesaan. Sejak merilis kebijakan reformasi ekonomi pada awal 2010-an, China telah berhasil mengangkat sekitar 90 juta penduduk dari kemiskinan.
“China melakukan berbagai reformasi mulai dari sekitar tahun 2013 dan berhasil mengentaskan sekitar 90 juta penduduk dari kemiskinan absolut,” ujar Parulian.
Menurut data dari KBRI Beijing, China berhasil meningkatkan kesejahteraan 128 ribu desa miskin serta memperbaiki status sekitar 832 wilayah kabupaten yang sebelumnya terbelakang.
Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan desa di China adalah adanya sistem meritokrasi serta kesinambungan kebijakan dari pemerintah pusat hingga tingkat desa. Selain itu, masa pemerintahan yang relatif lebih panjang memungkinkan program-program pembangunan desa di China berjalan lebih konsisten.



