News

Begini Kondisi Bocah 10 Tahun di Nias Selatan, Cacat Permanen Diduga Dianiaya Keluarga, Kaki Bengkok Tak Berbentuk

×

Begini Kondisi Bocah 10 Tahun di Nias Selatan, Cacat Permanen Diduga Dianiaya Keluarga, Kaki Bengkok Tak Berbentuk

Sebarkan artikel ini
Begini Kondisi Anak Perempuan 10 Tahun di Nias Selatan Alami Cacat Permanen Usai Dianiaya Keluarga, Kaki Bengkok Tak Berbentuk
Tangkapan Layar Video Viral

KITAINDONESIASATU.COM – Video viral memperlihatkan seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Nias Selatan, Sumatera Utara alami kecatatan permanen diduga dianiaya keluarga.

Dalam video viral terlihat kerumunan warga yang tengah berkumpul di hadapan bocah tersebut dan ditanya oleh salah seorang warga, kaki bocah tersebut terlihat bengkok.

Dalam caption video tersebut ,menuliskan kalau anak peremuan tersebut telah ditinggal orang tuanya sejak bayi.

Paman nya lah yang merawat anak perempuan tersebut.

Dan paman nya juga lah yang disebut memberikan perlakuan kasar selama merawat anak perempuan tersebut bahkan hingga tinggal di kandang hewan.

Baca Juga  Hasil dan Klasemen Liga Inggris Pekan Pertama, Leicester City Tahan Imbang Tottenham !

Kaki-kaki bengkok yang didapat oleh anak perempuan berusia 10 tahun tersebut diduga dilakukan oleh sang paman yang menginjak kakinya hingga patah.

Lalu ada juga yang mengatakan kalau pamannya mendorong anak tersebut hingga membuat kakinya patah.

Tidak diberikan perawatan medis yang membuat kaki anak tersebut menjadi bengkok.

Baca Juga  Kesiapan Pilkada Serentak 2024 di Jawa Barat, Konsolidasi KPU dan Pemerintah Daerah

Usai video viral, Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana angkat suara, mengatakan video tersebut memang benar adanya.

Berlokasi di Desa Hilikara, Kecamatan Lolowau.

Pihak kepolisian juga telah bertemu dengan anak perempuan tersebut di UPTD Puskesma Lolowau.

Polisi sudah memastikan kondisi korban dan akan memberikan perhatian khusus untuk kasus ini.

Polisi juga akan menyelidiki dugaan penganiayaan yang dialami oleh korban, dan telah menurunkan tim khusus untuk mendalami kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *