KITAINDONESIASATU.COM – Menghadapi tantangan perubahan iklim dan terbatasnya lahan pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS CimanCis) memperkenalkan dua metode baru dalam penerapan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di sektor pertanian.
Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, terutama pada musim kemarau.
Kepala BBWS CimanCis, Dwi Agus Kuncoro, menekankan pentingnya penyesuaian pola tanam dengan ketersediaan air yang ada.
Ia mengingatkan bahwa padi bukan tanaman akuatik, sehingga penggunaan air yang berlebihan justru akan kurang efisien.
“Kami mengembangkan metode IPA untuk membantu petani memanfaatkan air secara lebih hemat dan optimal,” ujar Dwi Agus dalam acara Open Mic belum lama ini,
Dwi Agus menjelaskan dua metode utama yang diusung untuk mempercepat penerapan IPA dalam pertanian:
–Modifikasi Alat yang Sudah Ada
Pemerintah telah menyalurkan berbagai alat pertanian kepada petani. BBWS CimanCis melihat peluang untuk memodifikasi alat-alat tersebut agar lebih efisien dengan biaya yang relatif terjangkau, sekitar Rp5 juta per unit.
–Pembuatan Alat Baru

