News

Baru Landing, Hanif Faisol Nurofiq Langsung Gaspol ke Bantar Gebang, dari ‘Landasan’ ke Tumpukan Sampah!

×

Baru Landing, Hanif Faisol Nurofiq Langsung Gaspol ke Bantar Gebang, dari ‘Landasan’ ke Tumpukan Sampah!

Sebarkan artikel ini
image 2024 10 28T094337.967
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau TPST Bantargebang, Bekasi (KIS/NICKO/IST)

KITAINDONESIASATU.COM – Setelah tiba di Halim Perdana Kusuma usai mengikuti Retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Magelang, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, langsung bergerak cepat meninjau Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu 27 Oktober 2024, kemarin.

Didampingi oleh Dirjen Gakum, Dirjen PPKL, dan Dirjen PSBL3 Rosa Vivien Ratnawati, serta pejabat Pemprov Jakarta, Hanif Faisol mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat dalam mengatasi masalah sampah yang kian menggunung di DKI Jakarta.

Hanif menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam menangani sampah yang dihasilkan oleh DKI Jakarta, yang mencapai sekitar 8.000 ton per hari, di mana sekitar 7.500 hingga 7.800 ton dibuang ke TPST Bantargebang.

“Ini langkah kolaboratif yang tidak mungkin hanya bisa dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Semua pihak harus turut ambil tanggung jawab. Kami sengaja mengajak rekan-rekan dari industri mikro dan produsen untuk turut serta dalam menangani masalah sampah di Jakarta,” ujar Hanif, kepada kitaindonesiasatu.com.

Hanif menjelaskan bahwa TPST Bantargebang dihadapkan pada dua tantangan besar: pertama, timbunan sampah yang hampir mencapai 55 juta ton, dan kedua, volume sampah harian yang terus bertambah. 

Menurutnya, masing-masing tantangan ini memerlukan pendekatan yang spesifik sesuai karakteristik sampahnya.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di Jakarta, mantan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Hidup KLHK ini menyatakan bahwa Pemprov DKI bersama pemerintah kabupaten dan kota sekitar telah berupaya menangani sampah dari hulu. Namun, Hanif menekankan perlunya meningkatkan skala upaya dan penggunaan instrumen yang tepat.

“Pemprov DKI Jakarta mengusulkan agar harga sampah disesuaikan untuk mendukung pengelolaan energi, sehingga sektor pengelolaan sampah bisa berkembang menjadi industri yang menarik dan menguntungkan,” tambahnya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *