KITAINDONESIASATU.COM – Heboh! Bareskrim Polri baru saja bongkar kasus mengerikan: jaringan jual beli bayi via media sosial 2026 yang beroperasi lintas daerah.
Modus jual beli bayi ini bikin merinding, pasalnya Bareskrim Polri ungkap pelaku manfaatkan TikTok dan Facebook untuk jaringan jual beli bayi via media sosial 2026.
Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nurul Azizah, konfirmasi 12 tersangka jual beli bayi telah ditetapkan.
Rincian jaringan jual beli bayi via media sosial 2026: 4 orang tua penjual dan 8 perantara, mayoritas perempuan, sesuai temuan Bareskrim Polri.
Wilayah operasi jual beli bayi ini luas banget: Jakarta, Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulsel, Jambi, Bali, Kalimantan, Kepri, hingga Papua. Skala jaringan jual beli bayi via media sosial 2026 yang diungkap Bareskrim Polri benar-benar nasional.
Para pelaku jual beli bayi cari orang tua bersedia jual anak via medsos, lalu hubungkan dengan calon pembeli lewat perantara. Mekanisme jaringan jual beli bayi via media sosial 2026 ini terstruktur rapi, membuat Bareskrim Polri bekerja ekstra mengungkapnya.



