KITAINDONESIASATU.COM – Tingginya harga beras di Indonesia memang membuat masyarakat semakin sulit. Namun di satu sisi, melambungnya harga tersebut malah justru berdampak positif bagi petani dan hal ini menjadi masa-masa membahagiakan bagi mereka.
“Petani juga berhak mendapatkan keuntungan. Saat ini sebetulnya saat-saat yang membahagiakan petani, karena harga gabah mereka dibeli di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah),” kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rachmi Widiriani, yang dikutip Minggu (22/9).
Menurut Rachmi, karena hal itu juga Nilai Tukar Petani (NTP), khususnya dalam tanaman pangan, juga dalam kondisi baik. Bahkan, NTP saat ini merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. “Jadi kita juga lihat NTP petani, khususnya tanaman pangan saat ini juga bagus,” ujarnya.
Meski begitu, sambung Rachmi, pemerintah harus hadir agar harga beras bisa stabil. Ia juga ingin petani mendapatkan keuntungan, sementara warga juga bisa membeli beras berkualitas dengan harga murah.
“Pemerintah harus hadir di tengah-tengah. Petani mendapatkan harga bagus, kemudian masyarakat konsumen dapat mengakses beras dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik,” imbuhnya.
Seperti diketahui, harga beras di Indonesia saat ini memang cukup tinggi. Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, rata-rata harga beras nasional rata-rata mencapai Rp15.350 per kg. Harga itu melambung dibanding awal tahun lalu yang masih Rp14.550 per kg. (*)



