KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan sepeda kayuh atau transportasi umum saat berangkat kerja.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa upaya efisiensi energi perlu dilakukan bersama sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak geopolitik.
Selain mendorong penggunaan sepeda dan transportasi umum, pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk mengurangi mobilitas.
Dorong Gaya Hidup Hemat Energi dan Sehat
Pemkab Banyuwangi juga mengimbau ASN untuk membatasi penggunaan kendaraan dinas serta memanfaatkan layanan transportasi daring dan angkutan umum.
Bagi pegawai yang tinggal dekat kantor, penggunaan sepeda menjadi alternatif utama yang dinilai lebih hemat sekaligus menyehatkan.
Selain itu, pemanfaatan layanan digital dalam pekerjaan turut didorong untuk menekan kebutuhan perjalanan dinas.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga membantu mengurangi konsumsi BBM secara keseluruhan.
Kebijakan tersebut juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah daerah bersiap menghadapi potensi dampak krisis energi global.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa imbauan ini bukan untuk menimbulkan kekhawatiran, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan sekaligus ajakan untuk berperilaku hemat energi.(*)


