News

Banjir Melanda Dua Desa di Kecamatan Tanggul Jember, Para Petani Terancam Gagal Panen

×

Banjir Melanda Dua Desa di Kecamatan Tanggul Jember, Para Petani Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Bamjier malanda dua desa di jember (Instagram/@bpbd_kab.jember)
Bamjier malanda dua desa di jember (Instagram/@bpbd_kab.jember)

KITAINDONESIASATU.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Minggu malam 2 November 2025 menyebabkan Sungai Rowo Tapen meluap dan mengakibatkan banjir melanda dua desa, yakni Tanggul Wetan dan Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul.

Informasi banjir melanda dua desa tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, @bpbd_kab.jember, pada Senin (3/11/2025).

“Tim BPBD Jember bersama relawan bergerak cepat menyalurkan bantuan dan memantau perkembangan kondisi di lapangan,” tulis BPBD dalam unggahan tersebut.

Hingga Selasa siang 4 November 2025, banjir di Dusun Rowotapen, Desa Tanggul Wetan, belum sepenuhnya surut.

Sedikitnya 10 rumah warga masih terendam air dengan ketinggian antara 30 hingga 50 sentimeter. Selain itu, puluhan hektar lahan pertanian yang ditanami tebu, jeruk, padi, dan jagung juga masih tergenang air. Kondisi ini membuat aktivitas warga menjadi terganggu.

Beberapa jalan di kawasan dusun masih sulit dilalui, sementara sebagian warga yang rumahnya masih terendam hanya bisa bertahan di tempat yang lebih tinggi sambil menunggu bantuan logistik dari pemerintah desa dan relawan.

Kondisi Terkini Banjir Melanda Dua Desa di Jember

Menurut laporan petugas di lapangan, ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter di beberapa titik pada puncak banjir.

Sejumlah lansia dan anak-anak harus dievakuasi ke tempat aman menggunakan perahu karet.

Pemerintah desa bersama Tagana dan relawan lainnya terus melakukan pemantauan dan penyaluran bantuan tambahan.

Para petani berharap genangan air segera surut agar tanaman mereka tidak rusak dan terhindar dari gagal panen.

Akibat banjir melanda dua desa di Jember, BPBD Jember akhirnya memberi imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *