Kejadian yang terjadi sekitar pukul 16.22 WIB ini diduga disebabkan oleh luapan air dari selokan yang tersumbat, mengalir ke pondasi pagar pesantren.
Longsor mengakibatkan kerusakan pada pondasi pagar setinggi 4meter dan lebar 8meter, yang menimpa bagian pinggir asrama tempat tinggal seorang ustaz, Faizal.
Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun demikian, kerugian material akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp15 juta.
Petugas, bersama warga dan aparat setempat, sudah melakukan pengecekan lokasi dan menghimbau para santri untuk menjauhi area longsor demi keselamatan.
\Warga berencana melaksanakan kerja bakti keesokan harinya untuk membersihkan material longsor yang masih menumpuk.
BPBD Kabupaten Garut mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lainnya akibat cuaca ekstrem. Informasi terbaru tentang perkembangan situasi akan terus disampaikan secara berkala.
Masyarakat juga diimbau untuk berpartisipasi dalam penanganan bencana dengan gotong royong membersihkan area terdampak dan memastikan aliran air tidak terhambat untuk mencegah kejadian serupa.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi warga Garut untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.***
