News

Banjir Bandang Malang Selatan, Tanah Longor, Banjir Hingga Warga Terseret Air

×

Banjir Bandang Malang Selatan, Tanah Longor, Banjir Hingga Warga Terseret Air

Sebarkan artikel ini
banjir malang3
Kondisi longsor di kawasan Malang Selatan. foto tangkapan layar

KITAINDONESIASATU – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Malang Selatan menyebabkan rumah rumah terendam air, jembatan dan jalan longsor dan warga mengungsi hingga, Sabtu (30/11/2024).

Sedikitnya ada 5 wilayah kecematan yang terdampak banjir seperti Kecamatan Bantur, Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Donomulyo, Pagak.

Sementara akibat banjir itu seorang warga dilaporkan seorang meninggal dunia terserit air banjir Alif Saifuddin (25) warga Dusun Sumberlele RT 22 RW 3 Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Selain itu juga ada tiga jalur penghubung antar kecamatan ditutup sementara karena jembatan rusak.

Baca Juga  Bencana Hidrometeorologi Hantui Tulungagung Hujan Angin, Pohon Tumbang dan Banjir Kiriman Sudah Terjadi

BERITA POHON TUMBANG DI SINGOSARI – Seorang Meninggal, Mobil Tertimpa Pohon Roboh di Tengah Jalan Singosari Malang

Meski kondisi banjir sudah surut, namun tiga infrastruktur jembatan di tiga Kecamatan yakni Bantur, Donomulyo dan Pagak mengalami kerusakan akibat luapan banjir sungai.

Untuk mengantisipasi kerawanan lintasan di jembatan rusak, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan penutupan sementata di tiga titik jalur jembatan rusak ini.

Dilaporkan BPBD Kabupaten malang ketinggian banjir di wilayah Kecamatan Sumbermanjing, Malang ketinggian air mencapai 1-1,5 meter, pada Jumat (29/11/2024) sore.

Baca Juga  Polres Garut Ungkap Peredaran Tembakau Sintetis, Mahasiswa Muda Jadi Tersangka

Banjir terjadi akibat hujan lebat yang terjadi sejak Kamis (28/11/2024) sejak pukul 11:00 WIB hingga malam.

Kemudian Jumat besuknya terjadi banjir besar hingga merendam rumah penduduk dan terpaksa harus mengungsi.

Pemerintah daerah kemudian menyiapkan Penginapan Al Baqor milik Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur yang berjarak sekitar 500 digunakan untuk mengungsi khusnya lansia dan anak-anak.

Hingga kini sejumlah warga masih berada dipengungsian dan membutuhkan air bersih, sandang, sembako dan pompa air untuk percepatan penanganan air.

BPBD saat ini juga sedang melakukan pendataan, sementara untuk distribusi bantuan dipusatkan di Mushola Nurul Falah RT 21/RW04 Dusun Sendang Biru.

Baca Juga  Nenek Pikun Ditemukan Tewas di Pesisir Pantai

Warga tetap dihimbau waspada karena cuaca hujan masih berpotensi kembali terjadi di wilayah ini. **

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *