News

Banjir 1,5 Meter Landa Kampung Bojong Asih Dayeuhkolot, Warga Kecewa Tak Ada Perubahan

×

Banjir 1,5 Meter Landa Kampung Bojong Asih Dayeuhkolot, Warga Kecewa Tak Ada Perubahan

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 22
Musim banjir di Bandung Selatan

KITAINDONESIASATU.COM – Hujan yang terus mengguyur pada Jumat (22/11), menyebabkan ketinggian air meningkat hingga pada dini hari Sabtu (23/11) mencapai 1,5 meter.

Banjir setinggi 1,5 meter itu melanda Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada Sabtu, 23 November 2024.

Pantauan wartawan KIS di lokasi melaporkan banjir mulai merendam rumah warga sejak Selasa (19/11), meskipun pada saat itu ketinggian air belum mencapai 1,5 meter.

Air mulai menggenangi jalan pada Rabu (20/11) ketinggian mencapai selutut, sementara pada Kamis (21/11) setinggi betis.

Air banjir tak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga menutup akses jalan utama yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari.

Meskipun awalnya masih bisa dilalui, kini jalan tersebut tidak dapat dilewati karena air sudah mencapai dada, sehingga warga harus menggunakan perahu karet untuk keluar rumah.

Setiap musim hujan, kampung Bojong Asih memang sudah menjadi langganan banjir.

Sukaenah yang tinggal di wilayah itu mengungkapkan keputusasaannya karena banjir terus melanda kampungnya

“Hampir sebagian besar wilayah ini terendam,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa warga sudah merasa jenuh dengan kondisi ini, karena banjir seperti ini sudah terjadi sejak tahun 1980-an tanpa adanya perubahan yang signifikan.

Ia berharap agar para calon bupati dan wakil bupati tidak hanya mencari dukungan suara, tetapi juga serius dalam menangani masalah banjir yang sudah lama mengganggu kehidupan warga.

Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak warga, seperti sembako dan alat transportasi untuk aktivitas sehari-hari, mengingat bantuan yang diterima masih sangat minim. Beberapa warga yang tidak bisa bertahan di rumah karena ketinggian air memilih mengungsi, sementara yang memiliki rumah bertingkat dua tetap bertahan.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *