KITAINDONESIASATU.COM – Banjir besar yang melanda kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, memicu aksi penyelamatan dramatis. Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur (Gulkarmat Jaktim) harus turun tangan mengevakuasi warga yang terjebak genangan air, termasuk bayi dan lanjut usia (lansia).
Proses penyelamatan berlangsung di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta. Tim penyelamat bergerak cepat setelah menerima laporan adanya warga yang terisolasi akibat banjir yang semakin tinggi.
Kepala Regu Tim Rescue Gulkarmat Jakarta Timur, Andi, mengungkapkan bahwa timnya berhasil mengevakuasi sekitar 12 warga yang terjebak di kawasan tersebut.
“Kami mengevakuasi sekitar 12 orang warga, termasuk lansia dan bayi,” ujarnya, Minggu (8/3).
Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan delapan personel lengkap dengan berbagai peralatan penyelamatan. Bahkan, satu unit perahu karet diterjunkan untuk membawa warga keluar dari kawasan yang terendam menuju tempat yang lebih aman.
Situasi semakin menegangkan karena di antara warga yang diselamatkan terdapat dua bayi serta sejumlah lansia yang kondisinya sangat rentan dalam situasi darurat banjir.
Beruntung, proses evakuasi akhirnya berjalan sukses. “Alhamdulillah semua warga berhasil dievakuasi dengan baik dan selamat,” kata Andi.
Namun, proses penyelamatan tidak berjalan mudah. Tim harus menghadapi akses jalan sempit menuju permukiman warga serta menyeberangi aliran kali dengan arus air yang cukup deras.
“Jalannya sempit dan kami harus menyeberangi kali. Tim harus membawa cukup banyak peralatan untuk bisa mencapai lokasi warga,” jelasnya.
Derasnya arus air membuat tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati, terutama saat mengevakuasi bayi dan warga lanjut usia agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Setelah berhasil diselamatkan, seluruh warga kemudian dibawa ke posko pengungsian yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di depan pos RW setempat.
Banjir yang merendam kawasan tersebut tercatat mencapai ketinggian hingga 1,5 meter pada Minggu pagi. Genangan terjadi akibat luapan Kali Sunter yang dipicu hujan deras sejak Sabtu malam.
Wilayah bantaran kali menjadi area paling parah terdampak. Beberapa rukun tetangga bahkan dilaporkan mengalami genangan air mendekati dua meter.
Sedikitnya enam RT di RW 04 terdampak banjir, yakni RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 05, dan RT 07. (*)


