KITAINDONESIASATU.COM – Kabar membanggakan datang dari panggung internasional. Kontingen Indonesia tampil menggila dengan menyabet dua medali emas dalam Kejuaraan Tenis Meja Internasional di Malaka, tepatnya di Stadium Bola Keranjang Bukit Serindit.
Tak cuma emas, Merah Putih juga mengamankan dua medali perak dalam turnamen bergengsi yang diikuti negara-negara kuat seperti Singapura, Kamboja, dan tuan rumah Malaysia. Total 64 peserta di tiap kategori bertarung sengit, namun Indonesia sukses mencuri perhatian.
Yang bikin merinding, kategori KU-19 justru dikuasai penuh oleh atlet Indonesia. Final tunggal putra dan putri berubah jadi perang saudara sesama anak bangsa—momen langka yang bikin bangga sekaligus menggetarkan arena.
Mumtaz Alaitsi tampil perkasa dan keluar sebagai juara tunggal putra setelah duel dramatis 3-2 melawan Dafi Nanda Fahreza. Sementara di sektor putri, Karinza Matahari sukses mengunci gelar usai menumbangkan Huliatilul Asyiroh Mughni dengan skor sengit yang sama.
Ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi Lay, tak bisa menyembunyikan rasa bangga. Ia menyebut prestasi ini jadi bukti bahwa pembinaan atlet tenis meja Indonesia berada di jalur yang tepat dan siap bersaing di level dunia.
Apresiasi juga datang dari Marciano Norman yang berharap capaian ini jadi batu loncatan menuju prestasi lebih tinggi, bahkan hingga panggung Olimpiade.
Menariknya, para atlet ini merupakan hasil tempaan dari Kejurnas PB PTMSI 2025 di Banjarmasin. (*)

