Menurut Fitri, pemulihan status internasional ini akan mendorong pariwisata di Kalimantan Selatan. Apalagi setelah Geopark Meratus ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark pada 2 Juni 2025 di Paris.
“Awalnya ini untuk memudahkan warga Banua berangkat umrah langsung dari Banjarmasin. Tapi sekarang peluangnya lebih luas,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah juga bakal memperkuat infrastruktur Bandara Syamsudin Noor. Salah satunya dengan memperpanjang landasan pacu agar bisa menampung pesawat berbadan lebar.
Fitri optimistis, langkah ini akan memperluas konektivitas internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan kemudahan akses dan bertambahnya wisatawan, kami yakin sektor usaha lokal, termasuk ekonomi kreatif, akan ikut tumbuh,” pungkasnya.
Selain Bandara Syamsudin Noor, pemerintah juga menetapkan Bandara Supadio di Pontianak sebagai bandara internasional. (Anang Fadhilah/aps)

