NewsBerita Utama

Bakar Gedung DPRD, Samsat dan Menyerang Polres Serta Menjarah di Wilayah Kediri dan Blitar, 286 Orang , Ibu dan Remaja di Bawah Umur Diamankan Polisi

×

Bakar Gedung DPRD, Samsat dan Menyerang Polres Serta Menjarah di Wilayah Kediri dan Blitar, 286 Orang , Ibu dan Remaja di Bawah Umur Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini
GEDUNG DPRD KEDIRI
Si Jagomerah melalap habis Gedung DPRD Kota Kediri akibat dibakar massa anarkis, Sabtu (30/8/2025). foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Pihak kepolisian wilayah Kabupaten/Kota Kediri dan Kota Blitar mengamankan 286 orang di antara para remaja dan anak di bawah umur pasca aksi anarkis pembakaran gedung dan perusakan sasilitas umum, Senin (1/9/2025).

Dari jumlah itu rinciannya adalah 143 orang sebagian besar para remaja dan anak-anak di bawah umur diamankan di Mapolres Blitar Kota, kemudian 123 orang diamankan Polres Kediri dan 20 orang diamankan pihak Polres Kediri Kota.

Mereka di tangkap terkait aksi demo anarkis hingga terjadi aksi kerusuhan dan penjarahan yang membakar dan merusak sejumlah Gedung DPRD Kota Kediri, DPRD Kabupaten Kediri, Samsat Kabupaten Kediri di Pare dan Penyerangan Polres Blitar Kota.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/8/2025) dini hari massa melakukan pembakaran Gedung DPRD Kota Kediri, Perusakan Kantor DPRD Kabupaten Kediri hingga Pembakaran Kantor Samsat Polresta Kediri di Pare.

Selain itu massa juga melakukan penjarahan terhadap benda elektronik dan barang-barang lainnya hingga perusakan museum hingga hilangnya sejumlah artefak yang tersimpan di dalam musem di kantor DPRD Kabupaten Kediri.

Selain menjarah massa juga melakukan perusakan dan pembakaran terhadap pos-pos polisi yang ada di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Kediri dan Kota Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji kepada media mengatakan terlah terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat tindak pindana perusakan hingga penjarahan wilayah Kabupaten Kediri.

Akibat peristiwa itu pihak kepolisian Polres Kediri mengamankan 123 orang disejumlah titik, mereka yang ditangkap berbagai usia termasuk wanita dan anak di bawah umur.

Dalam aksinya mereka membakar Gedung DPRD Kabupaten Kediri, Pemkab Kediri dan beberapa Polsek yakni Polsek Ngasem, Kepung dan Gampengrejo dan sejumlah pos polisi.

Kapolres mengatakan para terduga pelaku yang diamankan terdapat pelajar SMA, Santri Pondok Pesantren dan ada juga siswa SMP dan wanita.

Sementara Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim menjelaskan ada 20 orang terduga pelaju penjarahan dan perusakan yang diamankan oleh petugas polisi.

Meski demikian hingga saat ini pihaknya belum melakukan penetapan sebagai tersangka, namun penyidik masih terus melakukan pendalaman terkait peristiwa itu.

Sebelumnya ada 14 orang yang diamankan atas aksi demo anarkis tersebut, namun kemudian dalam perkembangannya bertambah lebih banyak hingga 20 terduga pelaku.

Mereka diamankan melakukan berbagai kegiatan adanya melakukan perusakan penjarahan sepeda motor milik anggota, selebihnya masih didalami polisi.

Para terduga pelaku diduga melakukan pembakaran beberapa sepeda motor dan merusaknya, kemudian mereka bergerak menuju Gedung DPRD Kota Kediri hingga membakar dan sejumlah bangunan Polres Kediri Kota, Satlantas, Polsek Kediri Kota dan pos polisi dirusak.

Sementara Polres Blitar Kota juga melakukan penangkapan sejumlah massa yang sebagian besar para remaja yang tiba-tiba melakukan pembakaran ban di jalan, merusak pos polisi hingga akhirnya melakukan penyerangan Mapolres Blitar Kota.

Petugas langsung melakukan pengejaran dan penangkapan hingga akhirnya diamankan sebanyak 143 orang pelaku perusakan yang rata-rata adalah anak-anak remaja dan di bawah umur.

Yang menyedihkan mereka adanya diketahui mabok dan ada yang mengkonsumsi narkoba, mereka mengendarai sepeda motor beberapa di antaranya diketahui bukan warga dari Blitar. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *