KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan akan memaafkan pihak yang membuat maupun menyebarkan meme berisi hinaan terhadap dirinya di media sosial. Ia menilai hal tersebut merupakan bagian dari kritik publik terhadap kebijakan yang dijalankannya.
Meski begitu, Bahlil menyadari bahwa beberapa meme telah menyinggung ranah pribadi dan mengandung unsur rasisme.
“Saya pikir kalau ada yang meme-meme apa, sudahlah saya maafkan, lah. Enggak apa-apa kok. Sebenarnya kalau kritisi kebijakan itu enggak apa-apa. Tapi kalau sudah pribadi, sudah mengarah ke rasial, itu menurut saya nggak bagus, lah,” ungkap Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat 20 Oktober 2025, dikutip Kilat.
Bahlil mengaku sudah terbiasa dihina sejak kecil, bahkan sebelum dirinya menjabat menteri. Ia menceritakan latar belakang keluarganya yang sederhana sebagai alasan mengapa ia tidak mengambil hati hinaan tersebut.
“Kalau meme ke pribadi saya, yang sudah mengarah ke pribadi, saya itu memang sudah biasa dihina sejak masih kecil. Karena saya kan bukan anak pejabat, saya kan anak orang dari kampung,” bilang Bahlil.
“Ibu saya kan memang hanya buruh cuci di rumah orang. Ayah saya buruh bangunan. Jadi hinaan itu terjadi sejak saya SD, masih kecil. Jadi menurut saya itu enggak apa-apa, lah,” tambahnya.
Di sisi lain, Bahlil menegaskan tidak ingin kasus meme ini digunakan untuk kepentingan politik atau intervensi terhadap kebijakan pemerintah. Ia menegaskan tetap akan fokus bekerja membantu Presiden dalam menjaga kedaulatan energi nasional.
“Sebagai menteri, saya akan bekerja sesuai yang diarahkan Presiden untuk menjaga marwah negara sesuai KPI,” tegasnya. (*)



