“Membentuk tim pembina adab untuk membina warga untuk mendapatkan keterampilan. Kenapa kita pilih guru honorer? Karena mereka sudah punya kapasitas kemampuan untuk mengajar. Jadi mereka akan kami gunakan untuk menjadi tim relawan pembina adab,” ujar Dharma.
Selain itu, Dharma juga akan mencabut aturan batas usia dalam bekerja. Menurut Dharma, setiap manusia mempunyai hak untuk hidup, sehingga tidak boleh merekayasa keadaan dan nasib manusia yang membuat banyaknya pengangguran.
“Saya tahu ke mana arahnya, saya tahu makna tersirat. Karena memang mau dibuat supaya banyak pengangguran. Lalu itu menjadi data untuk mengambil kebijakan baru yang tidak akan pro kepada rakyat dan melanggar hak asasi manusia, hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan,” ujar Dharma.
Lalu, paslon nomor urut dua ini juga menampung aspirasi warga nelayan di Teluk Jakarta yang meminta jangan ada reklamasi karena mereka bisa memberdayakan diri dan mempunyai energi sendiri.
“Mereka bisa ya untuk itu. Dan jangan sampai keberadaan mereka digerus, digusur hanya untuk kepentingan-kepentingan ekonomi semata yang tidak memperhatikan kelestarian alam. Mereka sudah melaksanakan bioekonomi,” ucap Dharma.
Lalu pembahasan mengenai perhatian kepada lansia, ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), ibu-ibu juru pemantauan jentik (jumantik), dan manusia lain yang perlu diperhatikan kesejahteraannya.
Selain itu, pasangan calon gubernur nomor urut tiga Pramono Anung-Rano Karno mengaku telah belajar permasalahan di Jakarta dengan turun langsung ke lapangan.
Mulai dari bertemu dengan ojek online (ojol) di tepi jalan, masyarakat terpinggirkan, kaum miskin kota, warga Kampung Bayam, dan masyarakat di berbagai wilayah Jakarta. Hal ini menjadi upaya Pramono-Rano dalam membuat Jakarta menyala.
