KITAINDONESIASATU.COM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh pelabuhan di wilayah timur Indonesia beroperasi tanpa henti selama periode angkutan Lebaran 2026.
Kebijakan ini diterapkan guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memastikan distribusi logistik antarpulau tetap berjalan dengan baik.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebutkan bahwa lonjakan pergerakan penumpang dan kendaraan di kawasan timur direspons dengan kesiapan layanan yang lebih adaptif dan terintegrasi.
Wilayah timur dinilai memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas nasional, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.
Layanan 24 Jam ASDP dan Penguatan Operasional
Berbagai langkah dilakukan untuk mendukung kebijakan ini, mulai dari penguatan operasional, peningkatan kualitas layanan, hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Penerapan operasional pelabuhan selama 24 jam terbukti mampu mengurangi antrean, memperlancar arus kendaraan, serta memberikan fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut juga berdampak pada kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi selama libur panjang.
Sejumlah lintasan strategis menjadi fokus penerapan layanan penuh, termasuk rute Hunimua–Waipirit serta Tampo–Torobulu yang mengalami lonjakan penumpang dan kendaraan.
Data operasional menunjukkan tingginya mobilitas di wilayah timur, dengan ratusan ribu penumpang dan puluhan ribu kendaraan telah terlayani selama periode Lebaran.
Selain itu, penambahan armada dan penyesuaian rute juga dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan arus balik, termasuk pengalihan kapal ke lintasan yang lebih padat.
Di beberapa wilayah seperti Ternate dan sekitarnya, frekuensi penyeberangan turut ditingkatkan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Langkah ini menegaskan komitmen ASDP dalam menjaga layanan penyeberangan tetap aman, tertib, dan nyaman, sekaligus memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga selama momentum Lebaran.(*)


