KITAINDONESIASATU.COM – Menjelang momen Idul Fitri 2026, lonjakan arus mudik mulai terlihat signifikan.
Data terbaru menunjukkan lebih dari 523 ribu kendaraan bergerak menuju arah timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama selama periode 11 hingga 18 Maret 2026.
Angka ini mencerminkan peningkatan tajam dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
Volume kendaraan tersebut tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat, dengan kenaikan mencapai lebih dari 130 persen.
Bahkan, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan menembus lebih dari 135 ribu unit dalam sehari.
Lonjakan ini jauh di atas rata-rata harian normal dan juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dampak Lonjakan Arus Mudik di Jawa Timur
Peningkatan arus kendaraan tidak hanya terjadi di jalur utama, tetapi juga berdampak hingga wilayah Jawa Timur.
Sejumlah gerbang tol strategis seperti Warugunung, Kejapanan Utama, dan Singosari mengalami kenaikan volume kendaraan baik menuju Surabaya maupun Malang.
Di beberapa titik, kenaikan arus tercatat bervariasi, mulai dari peningkatan tipis hingga hampir 20 persen.
Kondisi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memilih jalur tol Trans Jawa sebagai akses utama perjalanan mudik.
Pihak pengelola tol mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi tetap prima.
Hal ini penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan selama arus mudik Lebaran berlangsung.




