KITAINDONESIASATU.COM – Arus balik Lebaran 2026 di jalur Nagreg menuju Bandung masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Hingga H+3 Lebaran, tercatat masih ada sekitar 220 ribu kendaraan yang belum kembali melintas ke arah Bandung, menandakan mobilitas pemudik belum sepenuhnya usai.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, menyebutkan sisa kendaraan tersebut akan terdistribusi secara bertahap mulai H+4 hingga H+6.
Meski demikian, volume kendaraan diperkirakan tidak akan melampaui puncak arus balik yang terjadi pada H+3.
Data Dishub menunjukkan total arus mudik sejak H-7 hingga H-0 mencapai 764.959 kendaraan, dengan puncak tertinggi pada H-2 sebanyak 150.716 kendaraan.
Sementara itu, arus balik mulai meningkat sejak H+1 dengan total kumulatif hingga H+4 mencapai 492.900 kendaraan, dan puncaknya terjadi pada H+3 dengan 149.030 kendaraan.
Selisih antara arus mudik dan balik yang masih mencapai lebih dari 200 ribu kendaraan diperkirakan akan terurai secara bertahap hingga H+7 Lebaran.
Pada hari ini saja, sebanyak 92.177 kendaraan tercatat mengarah ke Bandung, sedangkan 48.856 kendaraan menuju Tasikmalaya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub bersama kepolisian terus menerapkan rekayasa lalu lintas situasional seperti sistem satu arah (one way) dan buka tutup jalur. Optimalisasi lajur juga dilakukan guna meningkatkan kapasitas kendaraan menuju Bandung.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis arus balik Lebaran tahun ini tetap dapat berjalan lancar meski volume kendaraan masih tergolong tinggi.(*)
