News

Artefak Plakat HVA Sidomulyo, Bata ber-Inskripsi dan Arca Sumbercangkring Hilang Dari Museum di Kediri

×

Artefak Plakat HVA Sidomulyo, Bata ber-Inskripsi dan Arca Sumbercangkring Hilang Dari Museum di Kediri

Sebarkan artikel ini
artefak hilang
Artefak Plakat HVA Sidomulyo, Bata ber-Inskripsi dan Arca Sumbercangkring yang hilang

KITAINDONESIASATU.COM – Pembakaran dan perusakan di kantor Bupati Kediri, Jl Soekarno-Hatta Kabupaten Kediri Sabtu, 30 Agustus 2025 ternyata juga terjadi adanya penjarahan.

Pembakaran perusakan itu merupakan buntut dari aksi demo solidaritas meninggalnya seorang ojek online di Jakarta Affan Kurniawan pada aksi demo Sabtu, 28 Agustus 2025 lalu.

Aksi demo anarkis yang terjadi merembet kesejumlah daerah salah satunya di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri yang terjadi Sabtu (30/8/2025) malam.

Kantor Bupati Kediri tak luput dari aksi perusakan dan penjarahan itu hingga berbuntun adanya penjarahan sejumlah artefak penting yang ada di Museum Bhagawanta Baru.

Museum ini berada di belakang gedung utama Pemkab Kediri yang satu komplek dengan Gedung DPRD Kabupaten Kediri empat barang museum penting hilang saat terjadi perusakan dan penjarahan itu.

Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, Imam Mubarok melaporkan ada empat barang Museum yang hilang dari tempatnya diduga dijarah massa saat aksi perusakan itu terjadi.

Dikatakan Imam Mubarok Musem Bhagawanta Baru di komplek kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Kediri itu dihancurkan dan isinya sudah hilang diduga dijarah massa perusakan.

Dijelaskan Imam Mubarok ada empat artefak dari mseum kabupaten yakni Plakat HVA Sidomulyo sebanyak 2 buah, Bata berInskripsi dan Arca Sumbercangkring.

Selain keempat artefak yang hilang massa juga menjarang barang-barang lain yang ada di ruangan itu seperti barang elektronik di kantor Pemkab Kediri, para penjarah menurut warga membawa kulkas, tv, AC hingga laptop inventaris kantor.

Plakat HVA Sidomulyo
Plakat ini ditemukan di kawasan perkebunan Handelsvereeniging Amsterdam (HVA) Sidomulyo, Jember, Jawa Timur.

HVA sendiri adalah perusahaan perkebunan besar Belanda pada masa kolonial.

Artefak ini berupa plakat logam bertuliskan huruf Latin dan angka yang biasanya berfungsi sebagai penanda atau identitas aset perkebunan, bisa berupa tanda kepemilikan, batas area, atau penanda bangunan.

Plakat ini menjadi bukti keberadaan perusahaan perkebunan kolonial Belanda di Jember, serta bagian dari jejak arkeologi industri kolonial di Jawa.

Bata Ber-Inskripsi
Bata dengan inskripsi biasanya ditemukan di situs-situs arkeologi klasik, terutama dari masa Hindu-Buddha di Jawa Timur.

Bata tidak hanya digunakan sebagai bahan bangunan candi atau struktur suci, tetapi juga ada yang memuat inskripsi berupa tulisan aksara Jawa Kuna atau Sanskerta.

Inskripsi pada bata bisa berfungsi sebagai mantra, penanda religius, nama pembuat atau donatur, bahkan bisa terkait dengan upacara penyucian bangunan.

Artefak ini penting untuk memahami teknologi bangunan, sistem religi, dan literasi masyarakat pada masa Jawa Kuna.

Arca Sumbercangkring
Ditemukan di Desa Sumbercangkring, Jombang (atau beberapa literatur menyebut daerah sekitarnya di Jawa Timur).

Arca ini merupakan peninggalan dari masa Hindu-Buddha (kemungkinan abad 13–14 M, era Majapahit).

Biasanya arca menggambarkan dewa-dewi Hindu seperti Siwa, Wisnu, atau Bodhisattwa dalam agama Buddha Mahayana.

Temuan arca di daerah ini menunjukkan bahwa wilayah pedesaan di Jawa Timur juga memiliki pusat-pusat pemujaan lokal, bukan hanya di kompleks besar seperti Trowulan.

Arca Sumbercangkring menambah bukti persebaran agama Hindu-Buddha di Jawa Timur serta penting untuk studi seni rupa klasik Jawa. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *