KITAINDONESIASATU.COM – Tenggang rasa atau tepo seliro dalam berkendara sebaiknya dilakukan oleh setiap pengendara di jalanan raya, jika tidak bisa berakibat fatal.
Seperti yang dialami pelajar SMK Brantas Karangkates, Dhea Rahma Ferliea (16) warga Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang yang terlibat kecelakaan di Jalan Raya Jatiguwi-Sumberpucung Kamis, 24 April 2025 pagi.
Akibat peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09:20 WIB ini Dhea terlibat tabrakan adu banteng dengan mobil Toyota Innova AG 1761 EJ dikemudikan Agus Setiawan (47) warga Desa Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, hingga menyebabkan korban meninggal di tempat kejadian perkara.
Menurut informasi yang diperoleh dari Kanit Gakkum Satlantas polres Malang, Ipda Joko Taruna dijelaskan kecelakaan terjadi bermua dari Toyota Innova melaju dari arah barat ke arah timur.
Di tengah perjalanan tiba-tiba kendaraan Innova diduga menyalip kendaraan lain di depannya, namun saat mendahului kendaraan pengemudi Innova kurang perhitungan adanya kendaraan lain.
Pengemudi Agus Setiawan berhasil menyalip namun melaju terlalu terlalu ke kanan, sementara dari arah berlawanan meluncur pemotor lain dikemudikan Dhea Rahma Ferliea hingga terjadi tabrakan adu banteng.
Kedua kendaraan yang melaju cukup kencang tidak bisa menghindari kendaraan di depannya hingga terjadi benturan keras di jalur kanan hingga menyebabkan Dhea terpental dan terjatuh ke aspal hingga mengalami luka parah bagian kepala dan akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian perkara.
Jenazah korban langsung dievakuasi setelah kecelakaan ke RSUD Kepanjeng, sementara kedua kendaraan yang terlibat tabrakan mengalami rusak parah.
Ipda Joko menilai jika faktor utama penyebab keceloakaan itu akibat pengendara Innova yang menggambil jalur terlalu ke kanan saat mendahului kendaraan di depannya.
Sementara ruang jalan terlalu sempit hingga kendaraan sepeda motor yang dikemudikan Dhea tidak bisa menghindari hingga terjadi tabrakan adu banteng antara mobil Innova dengan sepeda motor. **


