News

Aplikasi TEMU Diblokir Masih Bisa Diinstal di Play Store

×

Aplikasi TEMU Diblokir Masih Bisa Diinstal di Play Store

Sebarkan artikel ini
Aplikasi Temu

KITAINDONESIASATU.COM – Aplikasi TEMU yang ditakutkan para UMKM Indonesia resmi diblokir pada Rabu (9/10) kemarin. Namun aplikasi e-commerce asal China itu masih muncul di toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store dan bahkan masih bisa di-install layaknya aplikasi lain.

Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, pemerintah sudah mengajukan pemblokiran, namun teknisnya perlu menunggu waktu. “Sudah nggak bisa dipakai sebenarnya. Soal muncul di Play Store dan App Store nanti tunggu,” katanya, Kamis (10/10).

Dikatakan Budi Arie, tampilan aplikasi TEMU memang masih muncul di toko aplikasi, tapi masyarakat di Indonesia tak bisa menggunakannya untuk bertransaksi. Dan aplikasi itu benar-benar musnah dari toko aplikasi tergantung pihak manajemen TEMU.

“Yang penting kami udah tegas. Kami mengajukan pemblokiran dan surat kami secara resmi sudah disampaikan ke platform. Soal muncul apa nggak muncul, ini tanya platformnya. Tapi kami udah meyakinkan bahwa nggak bisa lagi diakses. Jadi cuma display aja. Begitu mau register, mau transaksi, udah nggak bisa,” terang Budi Arie.

Baca Juga  Mau Ikut Dalam Kunjungan ke IKN, Wajib Unduh Aplikasi ini

Sebelumnya diberitakan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa pihaknya telah memblokir aplikasi TEMU. Aplikasi yang mengancam para UMKM tanah air itu diketahui tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia.

“Kami men-take down TEMU sebagai respon cepat keresahan masyarakat, terutama para pelaku UMKM. Apalagi, TEMU tidak terdaftar sebagai PSE,” kata Menkominfo Budi Arie Setiadi, Rabu, (9/10).

Aplikasi Temu asal China sempat membuat heboh sebab dikhawatirkan akan membunuh UMKM lokal. Pasalnya, konsep bisnis aplikasi tersebut adalah menjual barang langsung dari pabrik ke konsumen akhir tanpa ada perantara. Dengan begitu, barang-barang dijual dengan harga sangat murah dan membahayakan iklim kompetisi yang sehat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *