KITAINDONESIASATU.COM – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Duri Bangkit, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu (11/1) pagi, membuat puluhan warga mendadak kehilangan tempat tinggal. Peristiwa ini menyebabkan 64 jiwa dari 14 kepala keluarga harus mengungsi setelah rumah mereka hangus dilalap api.
Tak hanya rumah warga, satu bangunan usaha konveksi turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Api mengamuk dan menghabiskan 14 unit rumah tinggal, memicu kepanikan warga yang masih terlelap di waktu Subuh.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheridi, mengungkapkan bahwa total bangunan yang terdampak terdiri dari 14 rumah dan satu usaha konveksi, dengan jumlah korban terdampak mencapai 14 KK atau lebih dari 60 jiwa.
“Jumlah rumah terbakar 14 rumah dan satu usaha konveksi. Jumlah kepala keluarga 14 KK dengan sekitar 62 jiwa,” ujarnya di Jakarta.
Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 04.19 WIB. Tak berselang lama, operasi pemadaman dimulai pukul 04.26 WIB dan baru berhasil dituntaskan hampir lima jam kemudian, tepatnya pada pukul 09.04 WIB, setelah api benar-benar berhasil dijinakkan.
Untuk menaklukkan kobaran api yang cepat membesar, sebanyak 21 unit armada pemadam kebakaran dengan kekuatan 105 personel dikerahkan ke lokasi. Petugas harus berjibaku di tengah permukiman padat yang menyulitkan akses dan mempercepat penyebaran api.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebutkan bahwa total kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp1,7 miliar.
Sebelum petugas tiba, warga sekitar yang mendengar teriakan “kebakaran” sempat bahu-membahu berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun kobaran api yang kian membesar membuat upaya tersebut tak membuahkan hasil, hingga akhirnya warga memilih melapor ke Sudin Gulkarmat Jakarta Barat. (*)

