News

Apa itu P2P Lending Akseleran yang Seret Nama Felicia Putri Tjiasaka

×

Apa itu P2P Lending Akseleran yang Seret Nama Felicia Putri Tjiasaka

Sebarkan artikel ini
Apa itu P2P Lending Akseleran yang Seret Nama Felicia Putri Tjiasaka
Apa itu P2P Lending Akseleran yang Seret Nama Felicia Putri Tjiasaka

KITAINDONESIASATU.COM – Nama Felicia Putri Tjiasaka mendadak ramai dibicarakan publik seiring mencuatnya kasus gagal bayar yang menimpa platform fintech P2P lending Akseleran. 

Sejumlah investor dilaporkan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat pinjaman macet yang sudah lebih dari 90 hari. Menurut laporan Bloomberg Technoz, enam lender yang diwakili firma hukum Badranaya Partnership mengalami kerugian sebesar Rp1,67 miliar. Parahnya, klaim asuransi gagal bayar yang dijanjikan sebelumnya tidak terealisasi.

Padahal Akseleran dan mitra asuransinya sempat menjanjikan penggantian hingga 99% dari nilai pokok pinjaman maksimal dalam 10 hari kerja. 

“Aku ngerti banyak yang kecewa sama aku, marah dan kesal taruh uang di P2P lending yang kesulitan bayar karena nonton videoku di waktu yang lalu,” ucap Felicia. 

Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @felicia.tjisaka, ia juga menyampaikan permintaan maaf. Pesan itu ditujukan bagi pengikutnya yang mungkin pernah berinvestasi di Akseleran karena terpengaruh kontennya di masa lalu.

“Buat kalian yang pinjamannya bermasalah di Akseleran, bisa isi form ini. Aku akan bantu kawal, koordinasi, dan follow up sebisaku. Walaupun aku sangat tahu ini bukan tanggung jawabku,” ucapnya dalam video tersebut.

Ia menutup video dengan ajakan agar setiap investor belajar bertanggung jawab atas pilihan yang dibuat secara sadar.

“Semoga kita bisa belajar untuk bisa be responsible, untuk setiap keputusan yang kita pilih dan buat sendiri dalam semua aspek kehidupan,” ujar Felicia. dalam TikTok pribadinya. 

Apa itu Akseleran?

Akseleran sendiri merupakan penyelenggara layanan pendanaan berbasis teknologi (LPBBTI) yang telah memiliki izin resmi dari OJK. 

Perusahaan ini mengklaim tidak memungut biaya penjaminan risiko dan berperan sebagai penghubung langsung antara pemberi dan penerima dana, khususnya untuk pembiayaan UMKM tahap awal. 

Mereka juga menegaskan tidak pernah memberikan rekomendasi pendanaan maupun mengelola dana pengguna.

Felicia terseret dalam pusaran kasus ini karena sebelumnya sempat mempromosikan platform Akseleran melalui konten yang ia unggah. Imbasnya, banyak netizen menyebut namanya ketika masalah gagal bayar muncul. 

Terkait hal ini, Felicia menyampaikan permintaan maaf melalui video di akun TikTok pribadinya. Ia menyatakan memahami kekecewaan publik atas rekomendasi investasinya di masa lalu.

Felicia pun mengakui bahwa meskipun telah melakukan analisis, tetap ada risiko dan hal-hal tak terduga yang terjadi di luar kendalinya. 

 “Aku ngerti banyak yang kecewa sama aku, marah dan kesal menaruh uang di P2P lending yang kesulitan bayar karena nonton videoku di waktu yang lalu. Sebaik-baiknya aku menganalisis, pasti ada risiko dan hal-hal yang di luar perkiraanku, dan sayangnya itu malah harus terjadi. Aku minta maaf karena jadi manusia yang bisa dan sering salah.” ungkapnya. 

Apa itu P2P Lending?

Sebagai tambahan, P2P lending atau peer to peer lending merupakan sistem pinjam meminjam uang yang seluruh transaksinya dilakukan secara online, tanpa pertemuan fisik antara peminjam dan pemberi pinjaman. Menurut OJK, istilah resmi untuk layanan ini adalah Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

P2P lending berkembang pesat di Indonesia sejak 2016 karena prosesnya yang cepat, mudah, dan sudah terintegrasi dengan berbagai platform e-commerce. Hingga awal 2021, tercatat ada sekitar 125 perusahaan P2P lending yang telah mendapat izin OJK. Layanan ini diminati karena menawarkan return yang lebih tinggi bagi investor dibandingkan dengan produk keuangan konvensional.

Secara umum, mekanisme kerja P2P lending cukup sederhana. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi, mendaftar dengan data pribadi seperti KTP, lalu mengajukan pinjaman. Proses verifikasi biasanya memakan waktu 1×24 jam sebelum pengguna bisa mengakses layanan pinjaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *