News

Antisipasi Lonjakan Harga, Komisi VI DPR Minta Kemendag dan Bulog Perkuat Kerja Sama

×

Antisipasi Lonjakan Harga, Komisi VI DPR Minta Kemendag dan Bulog Perkuat Kerja Sama

Sebarkan artikel ini
FotoJet 21
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini. [dpr.go.id]

KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menekankan pentingnya langkah konkret dan strategis dari pemerintah untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan Idulfitri 2025.

Menurutnya, kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang momen tersebut tidak dapat sepenuhnya dicegah, sehingga diperlukan kebijakan stabilisasi harga yang efektif.

Komisi VI DPR RI menyoroti isu ini karena lonjakan harga musiman berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah yang saat ini menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan efisiensi di berbagai sektor.

Baca Juga  Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman Jelang Akhir Tahun, Termasuk Untuk Bantuan Pangan Awal 2025

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa pemerintah perlu memiliki strategi yang matang untuk menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di seluruh wilayah Indonesia.

“Masyarakat harus bisa menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga yang signifikan,” ujar Anggia dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama Perum Bulog Novi Helmy Prasety, seperti ditulis Parlementaria pada Senin (3/3/2025).

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara kementerian dan lembaga terkait menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan ini.

Baca Juga  Harga MinyaKita Tembus Rp17.000 per Liter, Kemendag Indikasikan Hal Ini

Dalam hal ini, Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog harus bekerja sama untuk memastikan kelancaran distribusi barang, mencegah spekulasi harga, serta menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya beras yang merupakan komoditas utama masyarakat.

Menutup pernyataannya, Anggia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat, untuk bekerja sama menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idulfitri 2025.

Menurutnya, momentum keagamaan ini harus tetap berjalan dengan baik tanpa terganggu oleh persoalan ekonomi.

“Saat ini masyarakat menghadapi situasi yang sulit, dan ini menjadi tantangan besar bagi kita semua. Diperlukan kerja sama dari semua pihak demi kepentingan rakyat, sehingga Idulfitri tahun ini dapat dirayakan dengan kebahagiaan tanpa beban akibat lonjakan harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.- ***

Baca Juga  Selisih Uang yang Dikorupsi, Saat Tom Lembong Bukan Lagi  Mendag 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *