News

Antar Narkoba dalam Pesanan Pizza, Polisi Bongkar Jaringan Narkoba yang Gunakan Restoran sebagai Kedok

×

Antar Narkoba dalam Pesanan Pizza, Polisi Bongkar Jaringan Narkoba yang Gunakan Restoran sebagai Kedok

Sebarkan artikel ini
Pizza
Hati-hati makan pizza malam hari (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Pizza No. 40 pernah menjadi salah satu hidangan favorit di sebuah restoran di Düsseldorf, Jerman. Ternyata, penjualan pizza ini dijadikan media untuk mengirimkan Narkoba.

Pihak berwenang menemukan bahwa pizza tersebut digunakan sebagai sarana untuk mengirimkan kokain kepada pemesannya.

Polisi Düsseldorf mengatakan bahwa pengungkapan skema pengiriman narkoba ini membantu mereka menghancurkan jaringan kejahatan terorganisir di Rhine-Westfalen Utara, negara bagian terpadat di Jerman.

Sekitar 150 petugas, termasuk unit elit, minggu lalu menggerebek 16 properti di sembilan kota, menangkap tiga tersangka, serta menyita sejumlah senjata dan narkoba.

Inspektur Jenderal Michael Graf von Moltke mengungkapkan bahwa penyelidikan dimulai pada bulan Maret setelah adanya temuan narkoba saat pemeriksaan makanan rutin di restoran tersebut.

Baca Juga  Perputaran Uang Direktur Persiba Capai Rp241 Miliar, Diduga Terlibat Jaringan Narkoba

Penyelidik kemudian menemukan bahwa Pizza No. 40 sangat populer di kalangan pelanggan, dengan kokain yang disembunyikan di bawah setiap pizza.

“Ini hal yang baru bagi kami, dan mengejutkan karena pemilik restoran tersebut belum pernah terlibat dalam kasus narkoba sebelumnya,” ungkap Von Moltke, seperti ditulis The Guardian pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Saat petugas tiba untuk menginterogasi pemilik restoran, seorang pria Kroasia berusia 36 tahun, –dia diduga melempar tas berisi narkoba ke luar jendela– yang langsung disita oleh polisi.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita 1,6 kilogram kokain, 400 gram ganja, uang tunai senilai €268.000, serta berbagai senjata, termasuk pistol, kapak, dan pisau.

Baca Juga  Polisi Ringkus Komplotan Rampok Minimarket di Bekasi, Satu Orang Dihadiahi Timah Panas

Setelah dibebaskan karena tidak memiliki catatan kriminal, pemilik restoran sempat membuka kembali tokonya sebelum akhirnya penyelidik menangkap tokoh utama di balik jaringan tersebut.

Pihak berwenang juga menahan pengedar narkoba asal Jerman berusia 30 tahun dan seorang pria Maroko berusia 28 tahun yang ditangkap di Haan dekat Düsseldorf.

Total ada 12 orang yang dianggap terlibat dalam jaringan tersebut, sementara pemilik restoran telah ditahan sejak Agustus dan restorannya kini tutup.

Jaksa Laura Neumann mengatakan bahwa komplotan ini diduga terlibat dalam pembelian ganja dan kokain dalam jumlah besar, serta menjualnya kepada pengedar lain.

Baca Juga  Lebih Bahaya dari Narkoba, Judi Online Dinilai Sebagai Bencana Nasional, Pemerintah Harus Tegas!

Mereka juga menanam ganja di sejumlah flat, salah satunya memiliki lebih dari 300 tanaman di Mönchengladbach.

Salah satu tersangka, warga negara Rusia, yang datang ke Jerman saat remaja, kini menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara karena terlibat dalam perdagangan narkoba dan penculikan.

Kasus ini mengingatkan pada film komedi “Lammbock” tahun 2001, di mana dua pemilik restoran pizza menyelundupkan ganja dalam pesanan pizza mereka.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *