“Pemerintah Kabupaten Garut sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya tidak berhenti hari ini saja, tetapi terus berkembang dengan kolaborasi berbagai stakeholder,” ujarnya.
Sementara itu, Co-Founder sekaligus Ketua Garut Zero Waste, Krismiyati, menjelaskan bahwa program Ngopi merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan GZW. Tema ekosida dipilih untuk menumbuhkan kesadaran publik tentang dampak kerusakan lingkungan yang terjadi secara perlahan namun sistematis.
Ia menegaskan, edukasi pemilahan sampah dari rumah harus dilakukan secara konsisten mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk Garut yang besar. Sejak berdiri pada 2019, GZW lahir dari kegelisahan kolektif terhadap persoalan sampah yang belum tertangani secara optimal.
Krismiyati juga menekankan pentingnya kerja bersama lintas sektor, mulai dari pemerintah, masyarakat, komunitas, hingga swasta, agar tanggung jawab terhadap sampah dapat dijalankan secara adil dan berkelanjutan.
Melalui berbagai program edukasi seperti Goes to School, Goes to Office, Goes to Kampung, serta diskusi bulanan Ngopi, GZW berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dan menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.***
