“Publikasi ini penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah. Selain itu, media berperan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Anshor.
Jika anggaran publikasi dipangkas, hal ini dapat berdampak pada sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, yang pada gilirannya dapat mengurangi pemahaman masyarakat terhadap kebijakan yang diambil pemerintah.
Anshor juga menekankan bahwa Dinas Kominfo Muba memiliki peran strategis dalam mengelola anggaran ini agar tidak terjadi pemotongan yang menghambat kegiatan publikasi.
“Publikasi juga penting untuk mempromosikan potensi daerah, yang dapat meningkatkan investasi dan kunjungan wisatawan. Semakin banyak promosi yang dilakukan, semakin besar peluang untuk menarik investasi, sehingga anggaran ini seharusnya bahkan bisa ditambah,” terangnya. (dimas/aps)
