KITAINDONESIASATU.COM – Kasus tewasnya aktor Sandy Permana atau Arya Soma dalam sinetron Misteri Gunung Merapi 3 (Mak Lampir), mulai menemui titik terang. Polda Metro Jaya menyebut, korban tewas setelah sebelumnya sempat terlihat berkelahi.
Seperti diketahui, Sandy Permana ditemukan tewas bersimbah darah di dekat kediamannya di Desa Cibarusah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. pada Minggu (12/1). Polisi menyebut korban diketahui sempat berkelahi dengan seseorang sebelum tewas. “Ada saksi yang melihat korban berkelahi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Senin (12/1).
Meski begitu, Ade Ary mengaku belum bisa memastikan siapa sosok yang berkelahi dengan korban dan masih melakukan penyelidikan. Ia mengaku pihaknya bersama dengan penyidik gabungan Polsek Cibarusah dan Polres Bekasi Kabupaten telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.
“Setidaknya ada empat saksi itu antara lain seorang ibu yang melihat korban itu dengan ada satu saksi diduga sedang berkelahi, saksi kedua adalah istri dari orang yang berkelahi dengan korban, ketiga seorang sekuriti, yang terakhir tetangga korban yang melihat adanya keributan antara korban dengan seorang laki laki,” papar Ade Ary.
Kabid Humas menambahkan, ditemukan sejumlah luka di tubuh korban yaitu luka di bagian kepala kiri, luka di belakang kiri telinga, luka tusuk di pipi kiri dan luka robek di perut kiri. “Mohon waktu tim gabungan akan usut tuntas dan tangkap pelaku,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, aktor Sandy Permana atau Arya Soma dalam sinetron Misteri Gunung Merapi 3 (Mak Lampir), ditemukan tewas bersimbah darah di dekat kediamannya di Desa Cibarusah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu pagi, 12 Januari 2025.
Di bagian tubuh korban ditemukan terdapat beberapa luka akibat terkena tusukan. Kuat dugaan, korban dibunuh.
Ketua RT setempat Sudarmadji mengatakan, bahwa sebelum kejadian, warga sempat melihat korban melakukan rutinitas pagi hari, yaitu memberi makan ayam ternaknya yang berada di belakang rumah.
“Setelah memberi makan ayam, korban kembali ke rumah, dan sekitar pukul setengah delapan, peristiwa tersebut terjadi,” ujar Sudarmadji, Minggu. (*)


