Tidak berhenti di situ, Presiden kemudian mengajak semua orang untuk memberikan penghormatan khusus kepada para pendidik melalui lagu “Hymne Guru”.
“Untuk menghormati guru, karena tidak ada bangsa yang hebat tanpa guru yang hebat. Kita menyanyikan ‘Hymne Guru’, hafal?” tanya Prabowo yang dijawab serentak oleh para siswa.
Di antara kerumunan, nama Galea Femme Ramadhantya Prastanto, siswi kelas XI, menjadi salah satu yang paling berkesan. Ia secara spontan diajak maju ke depan dan bernyanyi berdampingan langsung dengan Presiden.
“Jujur saya tadi gemetar dan syok juga karena dipanggil ke depan. Tapi saya berusaha tetap menyanyikan dengan perasaan senang, campur aduk, dan deg-degan bisa berdiri di samping Bapak Prabowo Subianto,” kenang Galea.
Rasa bangga serupa juga dirasakan oleh M. Abdan Syakuro. Baginya, kesempatan bernyanyi di dekat orang nomor satu di Indonesia merupakan pengalaman luar biasa.
“Pastinya kaget, apalagi semua orang melihat. Tapi rasanya sangat senang dan bangga bisa bernyanyi di sebelah Pak Prabowo,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kunjungan kerja, momen kebersamaan ini menjadi bukti kedekatan antara pemimpin negara dan generasi muda.
