KITAINDONESIASATU.COM – Setelah sekian lama menghilang disebut-sebut bersama mobil Rubiconnya, Kepala Desa (Kades) Kohod, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Arsin bin Asip, akhirnya muncul ke publik bersama tim kuasa hukumnya.
Dalam video yang beredar di media sosial, Arsin, menggelar jumpa pers. Ia terlihat mengenakan peci hitam dan berbaju koko putih. Tidak seperti biasanya yang tampil gagah dan penuh semangat, kali ini ia terlihat lebih kalem dan berhati-hati dalam berucap.
Ada lima hal yang disampaikan Arsin terkait kasus heboh pemagaran di perairan Tangerang, Banten.
- Menyampaikan permohonan maaf baik secara pribadi maupun jabatan sebagai kades atas kegaduhan yang terjadi di Desa Kohod.
- Permohonan maaf kepada warga Kohod, Pakuhaji, dan seluruh warga atas kegaduhan yang terjadi.
- Ia mengaku juga sebagai korban dari perbuatan yang dilakukan oleh pihak lain (Tidak detail yang dimaksud).
- Kegaduhan terjadi akibat ketidaktahuan dan kehati-hatian atas pelayanan publik di Desa Kohod, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
- Akan melakukan evaluasi agar hal-hal buruk tdak terjadi di kemudian hari lagi.
Diketahui, status Kades Kohod, Arsin saat ini sebagai saksi. Pihak penyidik Bareskrim Mabes Polri telah memeriksa Kades Arsin.
Dalam kasus pager laut, polisi telah memerika 44 orang yang semuanya masih berstatus sebagai saksi.
Pemeriksaa dilakukan karena diduga Kades Kohod, Arsin, diduga terlibat pemalsuan warkah yang dijadikan dasar pengurusan SHGB dan SHM di perairan lepas pantai Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Kasus pemagaran laut ini menuai sorotan publik di Tanah Air. Presiden Prabowo Subianto pun langsung turun tangan dengan memerintahkan untuk mencabut pagar laut seluas 30,16 Kilometer itu.
Pada Kamis, 13 Februari 2025, TNI Angkatan Laut (AL) bersama pihak terkait telah rampung mencabut pagar bambu di perairan Tangerang. Pencabutan membutuhkan waktu sekitar 24 hari. (*)

