News

Air Meluap Tanpa Ampun, Ratusan Rumah di Depok Terendam Banjir

×

Air Meluap Tanpa Ampun, Ratusan Rumah di Depok Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi banjir di Jakarta ((st)
Ilustrasi banjir di Jakarta (st)

KITAINDONESIASATU.COM – Hujan deras yang mengguyur Depok pada Sabtu (21/3) malam berubah jadi bencana. Sejumlah kawasan perumahan langsung terendam banjir, membuat warga panik dan berjuang menyelamatkan diri dari kepungan air yang terus naik.

Wilayah terdampak meliputi Perumahan Bukit Cengkeh 1, Bukit Cengkeh 2, hingga Taman Duta di sekitar aliran Kali Jantung. Air mulai meluap sejak pukul 18.00 WIB dan hingga malam hari belum juga surut.

Ketinggian air bahkan mencapai 70–80 sentimeter. Awalnya hanya setinggi lutut, namun hujan dengan intensitas tinggi membuat air naik drastis dan menggenangi rumah-rumah warga dalam waktu singkat.

Baca Juga  LHKPN Abal-Abal! Ketua KPK: Wajib Lapor Sampaikan Harga Fortuner Rp6 Juta

Dugaan kuat mengarah pada jebolnya tanggul Kali Laya yang berada tak jauh dari lokasi. Warga menyebut, kejadian ini bukan yang pertama—tanggul tersebut disebut-sebut sering bermasalah dan jadi biang banjir berulang setiap musim hujan.

Kesaksian memilukan datang dari seorang warga lanjut usia berusia 74 tahun. Ia bersama anak dan cucunya terpaksa naik ke atas meja dan lemari demi menghindari derasnya arus air yang masuk ke dalam rumah.

“Takut terseret arus, kami semua naik ke atas perabot,” ungkapnya dengan nada penuh kecemasan.

Baca Juga  Mutasi dan Rotasi Digelar Pemkab Bogor, 21 Pejabat Dilantik

Banjir kali ini juga merendam perabot rumah tangga warga dan membuat aktivitas lumpuh total. Tak hanya perumahan, genangan air juga meluas hingga Jalan Juanda, Sukmajaya. Kendaraan yang melintas pun dipaksa berjalan sangat pelan karena kondisi jalan yang tergenang.

Ironisnya, di tengah kondisi darurat ini, warga mengaku kecewa karena belum melihat kehadiran pemerintah daerah di lokasi. Padahal, tuntutan untuk memperbaiki tanggul Kali Laya sudah lama disuarakan, namun hingga kini belum terealisasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *